Mendukung Istri Berwirausaha dengan Toko Online Gamisnya: Hijaiya.com

Di awal minggu ini, istriku tersayang meluncurkan ulang website toko online gamis miliknya. Namanya Hijaiya.com. Hijaiya.com menjual berbagai gamis terbaru dengan kategori produk seperti baju untuk kerja atau kantor dan gamis untuk pesta dengan desain modern.

Toko online ini awalnya dia dirikan bersama sahabatnya sekitar tahun lalu. Kini, ia menjalankannya bersama adik iparnya (which is adik kandung saya). Mereka berbagi tugas: istriku yang menanangi pemasaran onlinenya dan urusan teknis website, adikku yang menangani penjualan dan customer service.

Sebagai seorang suami, saya sangat mendukung istriku melakukan hal ini. FYI, dia memang stay at home mother yang merawat dan menjaga anak kami. Dengan dia melakukan ini, anak kami bisa mendapatkan berbagai pelajaran berharga saat melihat ibunya berjualan online. Hitung-hitung juga untuk melatih anak kami berwirausaha kelak🙂

Oh iya, saya mendukung tidak cuma secara lisan saja. Saya membantu mengoptimasi Hijaiya.com agar bisa memiliki posisi yang baik di Google. Selama ini penjualan hadir dari iklan lewat Facebook saja, sehingga kalau bisa mendapatkan penjualan dari situs pencari, akan jauh lebih baik bukan?

Semangat, istriku!

Sudah Lama Tidak Mengupdate Blog Ini

Blog ini tidak dimaksudkan untuk menuliskan perkembangan anak pertama saya, Naia. Untuk tujuan itu sih, didokumentasikan di tempat terpisah yang privat..

Blog ini ditujukan untuk berbagi catatan-catatan penting selama proses pendidikan dan pengasuhannya (parenting), atau berbagi hal-hal menarik seputar dunia parenting..

Setelah sekian lama terbengkalai (begitu juga nasib blog pribadi saya), saya mulai mengupdate lagi blog ini ah.. Pelan-pelan aja, tapi yang penting nggak setengah tahun sekali diupdatenya hehehe😛

Kebanyakan tulisan tentang parenting ditulis oleh para ibu, lewat blog ini saya ingin berbagi dari sudut pandang seorang ayah. Karena saya percaya, berdasarkan ilmu yang didapatkan dari trainer-trainer parenting, bahwa ayah punya tanggung jawab dan peranan yang sama pentingnya dengan ibu dalam perkembangan anaknya..

Selamat menikmati kembali Papa’s Parenting Note ini yaa..🙂

Melatih Tanggung Jawab

Rasa tanggung jawab adalah karakter yang harus kita didik ke anak-anak kita. Kalau tidak diajarkan rasa tanggung jawab, saat ia dewasa nanti, ia akan tumbuh menjadi anak yang tidak mandiri dan bertindak seenaknya.

Salah satu cara termudah mengajarkan rasa tanggung jawab ke anak adalah mengajarkan bahwa segala sesuatu yang dilakukannya punya konsekuensi yang harus ia rasakan atau lakukan. Atau mengajarkan bahwa untuk mendapatkan sesuatu, ia harus berusaha terlebih dahulu.

Saat ini, Naia, gadis kecil 13 bulanku, sudah mulai mengerti apa yang kita katakan dan kita sudah mengerti apa yang ia maksudkan. Jadi, kita mulai ajarkan ia untuk menjadi anak yang bertanggungjawab.

Pas dia lagi mainan masuk-masukin benda ke lubang dengan bentuk yang sesuai (lingkaran, kotak, bintang, dsb), terus mainannya mental jauh karena tidak sengaja terlempar, kita bilang ke Naia, “de, diambil ya mainannya”, ia akan dengan senang hati merangkak ngambil mainannya itu (Naia baru jalan 3-4 langkah aja, itu pun jarang-jarang, masih lebih sering merangkak).

Terus, kalau ia sudah capek mainan malam-malam dan udah mengeluarkan tanda-tanda ngantuk, kita bilang ke dia, “de, beresin yuk mainannya sebelum tidur”. Sambil kita contohin masukin satu-dua mainannya dia ke kotak mainannya, ia pun ikut-ikutan masukin mainannya satu per satu. Sebenarnya abis dia masuk-masukin semua mainannya ke kotak, dia masih ngeberantakin mainannya lagi dan akhirnya tidur tanpa beresin mainannya lagi hahaha.. Tapi di awal-awal ini setidaknya kita udah minta dia bertanggung jawab beresin mainannya.

Satu cerita lagi, si Naia udah bisa minta dipakaikan sepatu (dia demeeeen banget pake sepatu). Ia dengan lucunya mengangkat-ngangkat kaki kanannya. Kalau udah begitu, kita bakal minta dia, “de, ambil sini sepatunya ya” (sambil nunjuk sepatunya yang ditaro di lantai di pojok ruangan). Ia bakal dengan senang hati merangkak ke sana buat ngambil sepatu mungilnya.

Kalau anak kita dibesarkan dengan karakter tanggung jawab atas dirinya sendiri, suatu saat nanti ia akan tahu bahwa ia pun bertanggung jawab atas keberadaan dirinya di dunia ini. Ia tidak kebetulan saja dilahirkan dari mama-papanya tanpa tujuan apapun, tapi ia punya tanggung jawab yang lebih besar, yaitu menjadi orang yang bermanfaat kepada orang lain.

Lima Kesalahan Pola Asuh

Sebenernya masih buaaanyak lagi kesalahan-kesalahan pola asuh yang sering dilakukan orang tua, tapi ini emang beberapa yang paling sering ditemui:

  1. SMS/BBM tak berhenti
  2. Meminta anak berbohong
  3. Bermuka dua
  4. Tidak sportif
  5. Melanggar lalu lintas

Ayo belajar jadi orang tua, karena jadi orang tua GA ADA SEKOLAHNYA!